QOQOGO × NAGASAKI

Nagasaki —
Kota yang Terhubung dengan Indonesia
Sejak 400 Tahun Lalu

Orang Indonesia membawa bulu tangkis ke Nagasaki. Seorang gadis berdarah Indonesia lahir di kota ini lalu berlayar ke Jakarta.
Dejima — satu-satunya tempat di Jepang yang bisa dimasuki orang Indonesia — masih berdiri di kota ini hingga hari ini.
Nagasaki adalah kota yang terhubung dengan Indonesia sejak 400 tahun lalu.

Baca Kisahnya → Rencanakan Perjalanan

「Bulu tangkis yang kini dimainkan
oleh 20 juta orang di Jepang —
dibawa ke sini oleh orang Indonesia.」

— QOQOGO Japan Scheduler

Kisah 400 Tahun: Indonesia dan Nagasaki

1636

Dejima Dibuka — Gerbang Indonesia ke Jepang

Pada tahun 1636, Dejima di Nagasaki resmi menjadi satu-satunya basis VOC (Perusahaan Hindia Timur Belanda) di Jepang. VOC yang berpusat di Batavia (kini Jakarta) menghubungkan Indonesia dan Nagasaki lewat jalur pelayaran rutin. Cengkeh, lada, kamfer, dan gula dari Indonesia dibongkar di sini dan didistribusikan ke seluruh Jepang. Dejima adalah pintu gerbang masuknya Indonesia ke Jepang.

1639

Jagatar Oharu — Kisah Manusia yang Menghubungkan Nagasaki dan Jakarta

Pada tahun 1639, seorang gadis lahir di dekat Dejima, Nagasaki. Ayahnya orang Belanda, ibunya orang Jepang — itulah Jagatar Oharu. Ketika ia berusia 15 tahun, pemerintah Tokugawa memberlakukan sakoku. Anak-anak keturunan campuran dilarang tinggal di Jepang, dan Oharu diasingkan ke Batavia (kini Jakarta). Di sana ia menikah, dikaruniai 4 putra dan 3 putri, dan menjalani hidupnya hingga usia 73 tahun. Keturunannya berakar di Indonesia hingga hari ini.

Surat Jagatara: Dari Batavia, Oharu menuliskan kerinduannya akan Nagasaki — 「Ara Nippon koishiya, yukashiya, mitaya」 (Betapa rinduku pada Jepang, betapa ingin kulihat lagi). Surat ini tercatat dalam sejarah sastra Jepang sebagai ungkapan kerinduan paling menyentuh abad ke-17.

Edo

Bulu Tangkis — Warisan Indonesia yang Menjadi Olahraga Nasional Jepang

Para pelayan asal Indonesia yang dibawa pegawai VOC ke Dejima memainkan cikal bakal bulu tangkis di kawasan ini. Permainan itu berakar di Nagasaki, menyebar ke seluruh Jepang, dan kini dinikmati oleh sekitar 20 juta orang di seluruh negeri. Di sekitar Dejima, masih berdiri prasasti 「Tempat Lahirnya Bulu Tangkis di Jepang」 — bukti nyata jejak Indonesia di tanah Jepang.

Kini

Hubungan yang Masih Hidup Hingga Hari Ini

Museum Dejima menampilkan sejarah perdagangan Indonesia–Jepang secara permanen. Nagasaki bukan hanya kota masa lalu — ia adalah kota yang masih terus berdialog dengan Indonesia hingga hari ini. Ketika kamu berdiri di depan prasasti bulu tangkis atau menelusuri kawasan Dejima, jejak orang Indonesia dari 400 tahun silam terasa nyata di bawah kakimu.

Tempat Wisata Terkait Indonesia di Nagasaki

🏛️

Dejima

Satu-satunya tempat di Jepang yang bisa dimasuki orang Indonesia pada zaman Edo. Nagasaki-shi Dejima-cho 6-1. Halte trem 「Dejima」, jalan kaki sebentar.

🏸

Prasasti Bulu Tangkis

「Badominton Denrai no Chi no Hi」— prasasti tempat lahirnya bulu tangkis di Jepang, dibawa oleh orang Indonesia. Berlokasi di sekitar Dejima.

📚

Museum Sejarah Budaya Nagasaki

Koleksi arsip perdagangan Indonesia–Jepang era Edo. Nagasaki-shi Tatemachi 1-1-1. Halte trem 「Shiyakusho-mae」.

🌙

Menara Pandang Inasayama

Salah satu dari tiga pemandangan malam terbaik Jepang. Nagasaki-shi Inasacho 364-1. Ropeway tersedia.

⛩️

Katedral Oura + Glover Garden

Gereja Katolik tertua yang masih berdiri di Jepang (Warisan Dunia UNESCO) + pemukiman orang asing abad ke-19 dengan panorama pelabuhan.

🚢

Cruise Gunkanjima

Warisan Dunia UNESCO. Reruntuhan pulau bekas tambang batu bara. Cruise dari Pelabuhan Nagasaki ±40 menit. Reservasi wajib.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Mengapa Nagasaki memiliki hubungan sejarah dengan Indonesia?
Pada zaman Edo (1639–1859), Dejima di Nagasaki adalah satu-satunya basis VOC di Jepang, yang terhubung langsung dengan Batavia (kini Jakarta) melalui jalur pelayaran rutin. Cengkeh, lada, dan gula asal Indonesia didistribusikan ke seluruh Jepang melalui Dejima, sementara orang Indonesia membawa bulu tangkis ke Nagasaki. Nagasaki adalah kota yang terhubung dengan Indonesia sejak 400 tahun lalu.
Di mana letak prasasti Tempat Lahirnya Bulu Tangkis di Nagasaki?
Prasasti 'Tempat Lahirnya Bulu Tangkis di Jepang' terletak di sekitar Dejima, Nagasaki (Nagasaki-shi Dejima-cho). Prasasti ini menandai tempat di mana para pelayan asal Indonesia yang dibawa oleh pegawai VOC memainkan cikal bakal bulu tangkis pada zaman Edo. Situs ini masih terpelihara hingga kini.
Siapakah Jagatar Oharu?
Jagatar Oharu adalah gadis keturunan campuran yang lahir sekitar 1639 di dekat Dejima, Nagasaki. Ayahnya orang Belanda, ibunya orang Jepang. Diasingkan ke Batavia (kini Jakarta) pada usia 15 tahun karena kebijakan sakoku, ia hidup hingga usia 73 tahun di sana. Surat kerinduannya — 'Surat Jagatara' — adalah salah satu karya paling menyentuh dalam sastra Jepang abad ke-17. Kisahnya dapat dipelajari di Museum Dejima, Nagasaki.
Di mana bisa merasakan hubungan Indonesia–Jepang di Nagasaki?
Tiga tempat utama: (1) Dejima (Nagasaki-shi Dejima-cho 6-1) — satu-satunya tempat yang bisa dimasuki orang Indonesia pada zaman Edo, halte trem 'Dejima'. (2) Prasasti Bulu Tangkis — di sekitar Dejima. (3) Museum Sejarah Budaya Nagasaki (Nagasaki-shi Tatemachi 1-1-1) — arsip perdagangan Indonesia–Jepang era Edo.
Bagaimana cara ke Nagasaki dari Indonesia?
Dari Jakarta (Soekarno-Hatta), ada dua rute: (1) Via Fukuoka — penerbangan langsung ke Fukuoka, lalu Relay Kamome + Shinkansen Nishikyushu (transit di Takeo-Onsen), total Hakata ke Nagasaki sekitar 1 jam 20–40 menit. (2) Via Bandara Nagasaki — penerbangan transit, lalu bus limousin ke pusat kota sekitar 45 menit.
Makanan apa yang wajib dicoba saat berkunjung ke Nagasaki?
Tiga kuliner khas Nagasaki yang harus dicicipi adalah Castella, Champon, dan Sara Udon. Castella adalah kue yang dibawa oleh pedagang Portugis pada abad ke-17 dan telah dilestarikan oleh Fukusaya (berdiri sejak 1624) dan Bunmeido. Champon adalah mi berkuah yang diciptakan oleh restoran Shikairō di kawasan Chinatown Shinchi Nagasaki pada tahun 1899 dan masih menggunakan resep aslinya hingga kini.
Oleh-oleh apa yang banyak dibeli wisatawan di Nagasaki dan di mana bisa membelinya?
Dua jenis oleh-oleh yang banyak dibeli wisatawan di Nagasaki adalah Castella dan Vidro (kerajinan kaca). Castella tersedia di Nagasaki Kaidō Kamome Ichiba di dalam Stasiun Nagasaki dan toko-toko Fukusaya serta Bunmeido di sepanjang Kankōdōri, dengan harga 500 hingga 3.000 yen. Vidro adalah kerajinan kaca tiup tradisional yang dibawa dari Portugal, dijual di DRAGON SEA (lantai 1 Stasiun Nagasaki, mulai 660 yen), Nagasaki Bidoro Kōhei di kawasan Chinatown Shinchi, dan toko-toko kaca di sekitar Glover Garden.

Rencana Perjalanan Model

Pilih sesuai gaya perjalananmu.

PERSONA A — WISATAWAN SEJARAH (1 MALAM 2 HARI)

「Menyelami Sejarah 400 Tahun Nagasaki–Indonesia」

Hari 1
10:00 Dejima (±90 menit) → 11:30 Prasasti Bulu Tangkis → 12:30 Makan siang Dejima Wharf → 14:00 Museum Sejarah Budaya Nagasaki (±90 menit) → 16:00 Kuil Sofukuji → 18:00 Menara Pandang Inasayama (pemandangan malam via ropeway) → 20:00 Menginap di pusat kota
Hari 2
09:00 Katedral Oura + Glover Garden (±90 menit) → 12:30 Makan siang Champon → 13:00 Cruise Gunkanjima (wajib reservasi, kapal sore cek-in 12:00–, berangkat ±13:20, ±150 menit)16:30 Belanja oleh-oleh Hamacho → 18:00 Berangkat
※ Cruise Gunkanjima dapat dibatalkan akibat cuaca/kondisi laut. Cek status operasional di website resmi dan reservasi jauh hari.
PERSONA C — WISATA SEHARI DARI FUKUOKA

「Wisata Sehari Nagasaki — Foto Keren + Jejak Sejarah」

Basis: Fukuoka/Hakata → Nagasaki PP dalam sehari via Shinkansen Nishikyushu

Transportasi: Hakata → (Relay Kamome, ±60 menit) → Takeo-Onsen transit same platform → (Shinkansen Kamome, ±23 menit) → Nagasaki. Total: sekitar 1 jam 20–40 menit. Cek jadwal resmi JR Kyushu sebelum berangkat.
06:30 Berangkat dari Stasiun Hakata
07:50–08:10 Tiba di Stasiun Nagasaki → titipkan bagasi di loker
09:00 Dejima + Prasasti Bulu Tangkis (±60 menit)
10:30 Glover Garden + Katedral Oura (±90 menit, foto spot ikonik)
12:30 Makan siang Champon / Sara Udon
14:00 Ropeway Gunung Inasa (±60 menit)
15:30 Belanja oleh-oleh Arcade Hamacho (Castella, kerajinan khas)
16:00 Beli Castella Fukusaya (mulai 750 yen/kotak kecil) dan Vidro (mulai 660 yen) di Nagasaki Kaidō Kamome Ichiba, Stasiun Nagasaki. Tersedia juga di Bandara Nagasaki.
16:30 Berangkat dari Stasiun Nagasaki → tiba Hakata 18:00–18:30
※ Jadwal dapat berubah. Cek di situs resmi JR Kyushu. Rencanakan dengan margin waktu cukup agar tidak tertinggal kereta terakhir.

Mulai Rencanakan Perjalananmu ke Nagasaki

QOQOGO merancang itinerary Nagasaki yang dipersonalisasi — dalam Bahasa Indonesia, khusus untuk wisatawan Asia Tenggara.
Dari Dejima hingga Gunkanjima, dari bulu tangkis hingga kisah 400 tahun — semua dalam satu perjalanan.
「Perjalanan yang tidak bisa diberikan oleh AI manapun.」

Rencanakan via LINE →